Fenomena bensin motor basi sering diremehkan pemilik kendaraan, terutama yang motornya jarang dipakai atau lebih sering diparkir dalam waktu lama. Padahal, kualitas bahan bakar yang menurun pelan pelan bisa merusak komponen mesin, membuat performa loyo, hingga memicu kerusakan yang biayanya jauh lebih mahal dibanding harga satu tangki bensin. Di tengah kebiasaan masyarakat yang kerap membiarkan motor menganggur berhari hari, memahami gejala dan risiko bensin yang sudah tidak layak pakai menjadi hal yang semakin penting.
Apa Itu Bensin Motor Basi dan Mengapa Bisa Terjadi?
Istilah bensin motor basi sebenarnya merujuk pada kondisi ketika bahan bakar di dalam tangki sudah mengalami penurunan kualitas secara kimiawi. Bensin bukan sekadar cairan yang diam, ia tersusun dari berbagai senyawa yang mudah menguap dan sensitif terhadap panas, udara, serta kelembapan.
Secara umum, bensin mulai menurun kualitasnya setelah disimpan terlalu lama tanpa sirkulasi atau pembaruan. Dalam kondisi tertentu, perubahan ini bisa terjadi lebih cepat, misalnya jika motor sering terpapar panas matahari langsung, tangki sering dibiarkan hampir kosong, atau tutup tangki tidak menutup rapat sehingga udara dan uap air mudah masuk.
Di dalam bensin terdapat komponen ringan yang mudah menguap. Saat motor dibiarkan lama, komponen ini menghilang lebih dulu, meninggalkan cairan yang lebih “berat” dan kurang mudah terbakar. Selain itu, ada potensi reaksi oksidasi yang memicu pembentukan endapan dan lapisan seperti pernis di dalam sistem bahan bakar.
> “Bensin yang dibiarkan terlalu lama di tangki ibarat minyak goreng yang dipakai berkali kali, secara kasat mata mungkin masih terlihat, tapi kualitas dan risikonya berubah total.”
Berapa Lama Bensin Motor Bisa Basi di Dalam Tangki?
Pertanyaan soal berapa lama bensin motor bisa basi di dalam tangki sering muncul di kalangan pemilik motor yang jarang dipakai. Jawabannya tidak tunggal, karena dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi ada gambaran waktu yang bisa dijadikan patokan.
Dalam kondisi ideal, bensin di tangki motor yang tertutup rapat, disimpan di tempat teduh, dan motor jarang dipanaskan, umumnya mulai menurun kualitasnya setelah 1 hingga 2 bulan. Bukan berarti langsung rusak total, tetapi sifatnya sebagai bahan bakar yang optimal sudah berkurang.
Jika motor diparkir di area terbuka yang sering panas, tutup tangki kurang rapat, atau tangki sering dibiarkan hampir kosong, penurunan kualitas bisa terjadi lebih cepat, bahkan dalam hitungan beberapa minggu. Bensin yang dibiarkan lebih dari 3 bulan di dalam tangki berisiko besar mengalami perubahan warna, bau, dan memicu endapan.
Yang perlu dicatat, standar ini bukan aturan baku. Bahan bakar dengan kandungan aditif tertentu, kadar etanol, serta kualitas distribusi bisa membuat usia simpan di tangki berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.
Ciri Ciri Bensin Motor Basi yang Bisa Dikenali Pemilik
Sebelum mesin benar benar bermasalah, pemilik sebenarnya bisa mengenali ciri ciri bensin motor basi dengan cukup mudah. Beberapa tanda muncul dari bau, warna, hingga perilaku mesin saat dihidupkan.
Pertama, dari sisi bau. Bensin segar punya aroma tajam khas yang mudah dikenali. Saat sudah basi, baunya cenderung lebih menyengat, agak asam, dan terkesan “tua”. Di beberapa kasus, tercium aroma seperti bahan kimia yang sudah lama terbuka.
Kedua, dari warna. Jika bensin diambil sedikit dari tangki dan ditaruh di wadah bening, bensin segar biasanya tampak jernih, kekuningan muda. Bensin motor basi cenderung berwarna lebih gelap, kadang kecokelatan, dan bisa terlihat sedikit keruh. Jika sudah parah, bisa muncul endapan halus di dasar wadah.
Ketiga, perilaku mesin saat dinyalakan. Motor dengan bensin basi sering sulit dihidupkan, terutama pagi hari. Mesin butuh starter lebih lama, kadang hidup lalu mati lagi. Saat akhirnya menyala, tarikan gas terasa berat, tidak responsif, dan bisa disertai letupan kecil dari knalpot.
Keempat, konsumsi bahan bakar. Bensin yang sudah tidak optimal pembakarannya bisa membuat konsumsi BBM terasa lebih boros. Jarak tempuh terasa berkurang meski pengisian tangki masih sama seperti biasanya.
Risiko Serius Jika Tetap Memakai Bensin Motor Basi
Banyak pemilik motor yang berpikir, selama mesin masih bisa nyala, bensin di tangki berarti masih aman dipakai. Padahal, penggunaan bensin motor basi dalam jangka panjang bisa menimbulkan risiko serius pada komponen mesin dan sistem bahan bakar.
Salah satu risiko yang paling sering terjadi adalah pembentukan kerak dan endapan di karburator atau injektor. Bensin basi yang mengandung partikel oksidasi dan kotoran halus bisa menyumbat jalur bahan bakar, membuat suplai bensin ke ruang bakar tidak stabil. Akibatnya, mesin tersendat sendat, sering brebet, dan tenaga menurun drastis.
Selain itu, lapisan seperti pernis yang terbentuk dari bensin basi dapat menempel di dinding tangki, pelampung bensin, hingga selang bahan bakar. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu karat pada tangki logam karena kombinasi bensin, udara, dan kelembapan.
Pada mesin injeksi, risiko kerusakan bisa lebih mahal. Injektor yang tersumbat atau pompa bensin yang bekerja ekstra keras akibat aliran tidak lancar berpotensi rusak sebelum waktunya. Biaya penggantian komponen injeksi jelas tidak murah dibanding hanya membuang bensin basi dan mengisi yang baru.
Di sisi lain, pembakaran yang tidak sempurna akibat bensin basi juga memengaruhi kebersihan ruang bakar. Timbunan karbon di kepala silinder, piston, dan busi bisa meningkat, membuat mesin lebih cepat panas dan menurunkan efisiensi secara keseluruhan.
Cara Mengecek Bensin Motor Basi Tanpa Bongkar Mesin
Sebelum memutuskan membawa motor ke bengkel, pemilik bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengecek apakah bensin motor basi menjadi penyebab masalah. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di rumah dengan peralatan minim.
Pertama, buka tutup tangki dan cium aromanya. Jika tercium bau yang tidak biasa, lebih menyengat, atau seperti bahan kimia tua, ada kemungkinan bensin sudah menurun kualitasnya. Bandingkan dengan bau bensin segar dari botol atau jeriken, jika memungkinkan.
Kedua, gunakan selang kecil atau alat penyedot manual untuk mengambil sedikit bensin dari tangki. Taruh di botol bening dan amati warnanya. Bensin yang terlalu gelap, keruh, atau meninggalkan endapan setelah didiamkan beberapa menit patut dicurigai sudah basi.
Ketiga, perhatikan suara mesin saat dinyalakan. Jika sebelumnya motor sehat, lalu setelah lama tidak dipakai tiba tiba sulit hidup dan tarikan berat, sementara faktor lain seperti aki dan busi normal, bensin basi layak dicurigai sebagai penyebab utama.
Keempat, cek kondisi knalpot saat mesin menyala. Asap yang lebih pekat dari biasanya, bau lebih tajam, dan suara tidak halus bisa mengindikasikan pembakaran yang tidak ideal karena kualitas bensin.
> “Salah satu kesalahan umum pemilik motor adalah memaksa menghabiskan bensin basi demi sayang uang, padahal risiko kerusakan yang muncul bisa berkali lipat lebih mahal.”
Langkah Aman Mengatasi Bensin Motor Basi di Tangki
Jika sudah yakin atau sangat curiga bahwa bensin motor basi menjadi masalah, langkah berikutnya adalah mengatasinya dengan cara yang aman. Mengabaikan kondisi ini dan tetap memakainya bukan keputusan bijak, terutama jika motor termasuk andalan harian.
Langkah pertama adalah menguras bensin dari tangki. Untuk motor dengan karburator, biasanya ada baut pembuangan di bagian bawah karburator yang bisa dibuka untuk mengeluarkan bensin yang tersisa. Namun, agar lebih tuntas, sebaiknya tangki dikuras langsung melalui selang atau dilepas jika memungkinkan.
Pada motor injeksi, pengurasan lebih rumit karena melibatkan pompa bensin di dalam tangki. Dalam kasus seperti ini, membawa motor ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya lebih disarankan, agar pengurasan tidak merusak komponen lain.
Setelah bensin lama dikuras, tangki sebaiknya dibersihkan jika sudah ada tanda karat atau endapan. Pembersihan bisa dilakukan dengan cairan khusus pembersih tangki atau lewat jasa bengkel. Untuk kasus ringan, mengisi bensin baru berkualitas baik dan menggunakannya secara rutin kadang cukup membantu “membilas” sisa bensin basi.
Jangan lupa cek juga filter bensin. Jika sudah kotor atau tersumbat, penggantian filter akan membantu mencegah kotoran masuk lebih jauh ke sistem bahan bakar. Pada motor injeksi, ini penting untuk menjaga umur injektor dan pompa bensin.
Setelah semua dilakukan, isi tangki dengan bensin baru dari SPBU yang terpercaya. Nyalakan mesin dan biarkan idle beberapa menit, lalu coba jalankan motor dalam jarak pendek untuk memastikan tarikan kembali normal dan gejala brebet berkurang.
Kebiasaan Harian yang Mencegah Bensin Motor Basi
Mencegah selalu lebih mudah dan murah daripada memperbaiki. Agar bensin motor basi tidak lagi menjadi masalah berulang, pemilik bisa menerapkan beberapa kebiasaan sederhana dalam penggunaan harian.
Pertama, usahakan motor tidak dibiarkan terlalu lama menganggur. Jika motor memang jarang dipakai, minimal panaskan mesin dan jalankan sebentar setiap beberapa hari. Sirkulasi bensin di dalam sistem akan membantu mencegah pengendapan berlebih.
Kedua, hindari mengisi bensin sampai penuh jika sudah tahu motor akan jarang dipakai dalam waktu lama. Lebih baik isi secukupnya, lalu tambahkan bensin segar saat motor akan kembali digunakan rutin.
Ketiga, jaga kondisi tutup tangki agar selalu rapat dan karet seal tidak rusak. Tutup yang tidak kedap membuat uap bensin lebih mudah menguap dan udara lembap masuk ke dalam tangki, mempercepat proses penurunan kualitas.
Keempat, parkir motor di tempat yang teduh sejauh mungkin. Paparan panas matahari langsung pada tangki logam akan membuat suhu bensin naik turun drastis, mempercepat penguapan komponen ringan dan memperburuk kualitas bahan bakar.
Kelima, rutin melakukan servis berkala, termasuk pembersihan karburator atau pengecekan sistem injeksi. Dengan sistem bahan bakar yang bersih, risiko bensin basi meninggalkan masalah jangka panjang bisa ditekan.
Saat Tepat Membawa Motor ke Bengkel Karena Bensin Basi
Tidak semua kasus bensin motor basi bisa diselesaikan sendiri di rumah, terutama jika gejala sudah parah dan motor menunjukkan tanda kerusakan lanjutan. Mengetahui kapan harus menyerahkan penanganan ke bengkel menjadi langkah bijak untuk mencegah kerusakan merembet.
Motor sebaiknya segera dibawa ke bengkel jika setelah pengurasan bensin dan pengisian baru, mesin tetap sulit hidup, tarikan tetap berat, atau muncul suara tidak wajar dari area mesin. Ini bisa menandakan ada komponen yang sudah terlanjur terpengaruh, seperti injektor tersumbat, karburator sangat kotor, atau pompa bensin melemah.
Jika motor injeksi menunjukkan indikator check engine menyala di panel instrumen setelah lama tidak dipakai dan dicurigai menggunakan bensin basi, pemeriksaan dengan alat diagnostik di bengkel sangat disarankan. Kode kesalahan yang muncul bisa membantu teknisi menemukan titik masalah dengan lebih tepat.
Pada motor yang tangkinya sudah berkarat akibat bensin basi dan kelembapan, penanganan di bengkel juga lebih aman. Proses pembersihan tangki yang berkarat butuh teknik khusus agar serpihan karat tidak justru terbawa masuk ke sistem bahan bakar setelah dibersihkan.
Dengan mengenali gejala lebih awal, memahami risiko, serta menerapkan kebiasaan yang tepat, pemilik motor bisa menghindari kerugian besar hanya karena satu masalah sederhana bernama bensin motor basi.


Comment