perawatan aki motor
Home / Tips & Trick / 7 Tips Perawatan Aki Motor Biar Awet, Nomor 4 Penting!

7 Tips Perawatan Aki Motor Biar Awet, Nomor 4 Penting!

Perawatan aki motor sering dianggap sepele, padahal komponen ini adalah jantung sistem kelistrikan kendaraan. Tanpa aki yang sehat, motor susah dihidupkan, lampu meredup, klakson lemah, hingga risiko mogok di jalan. Banyak pengendara hanya ingat aki ketika motor sudah bermasalah, bukan sejak awal melakukan pencegahan. Padahal, dengan kebiasaan sederhana dan pemeriksaan rutin, usia aki bisa jauh lebih panjang dan biaya perbaikan bisa ditekan.

Kenali Jenis Aki Sebelum Mulai Perawatan Aki Motor

Sebelum melangkah ke cara teknis, pemilik motor perlu memahami jenis aki yang digunakan. Ini penting karena metode perawatan aki motor pada aki basah dan aki kering tidak sepenuhnya sama. Kesalahan perlakuan bisa mempercepat kerusakan, bahkan berujung pada penggantian dini.

Perawatan aki motor berbeda pada aki basah dan aki kering

Secara umum, ada dua jenis aki yang paling sering digunakan di motor, yaitu aki basah dan aki kering atau maintenance free. Aki basah menggunakan cairan elektrolit yang perlu dicek dan kadang ditambah secara berkala. Aki kering, meski disebut bebas perawatan, tetap membutuhkan pengecekan kondisi fisik dan tegangannya.

Pada aki basah, pemilik motor harus memperhatikan ketinggian air aki, kebersihan tutup sel, dan kemungkinan adanya kebocoran. Sementara pada aki kering, fokusnya lebih pada tegangan, kebersihan terminal, dan memastikan tidak ada retakan pada bodi aki.

“Banyak yang mengira aki kering tidak perlu dirawat sama sekali, padahal kalau dibiarkan tanpa dicek, kerusakannya sering baru ketahuan saat motor sudah tidak bisa menyala.”

Komunitas Nissan X-Trail Indonesia Resmi Berdiri, Wajib Gabung!

Memahami karakter masing masing jenis aki akan membantu menentukan langkah perawatan aki motor yang paling tepat dan aman.

Rutin Mengecek Tegangan, Dasar Perawatan Aki Motor

Pemeriksaan tegangan merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan aki. Dengan memantau tegangan secara berkala, pemilik motor bisa mendeteksi dini penurunan performa sebelum berujung mogok.

Cara mudah memantau tegangan dalam perawatan aki motor

Perawatan aki motor yang ideal melibatkan pengecekan tegangan menggunakan multimeter. Tegangan aki motor yang sehat umumnya berada di kisaran 12,4 hingga 12,7 volt saat mesin mati. Jika tegangannya turun di bawah 12 volt, itu tanda aki mulai lemah dan perlu perhatian khusus.

Pengecekan bisa dilakukan sebulan sekali atau lebih sering jika motor jarang digunakan. Beberapa bengkel juga menawarkan layanan cek tegangan aki gratis saat servis berkala. Manfaatkan fasilitas ini agar kondisi aki selalu terpantau.

Selain itu, perhatikan gejala sederhana seperti starter elektrik yang terasa berat, lampu utama yang meredup saat mesin langsam, atau klakson yang suaranya mengecil. Tanda tanda ini sering menjadi sinyal awal bahwa tegangan aki tidak lagi optimal.

Cegah Tertipu! Perbedaan Daihatsu Espass Standar dan Supervan

Jaga Kebersihan Terminal, Langkah Sederhana Perawatan Aki Motor

Terminal aki yang kotor, berkarat, atau berjamur bisa mengganggu aliran listrik. Walaupun aki masih sehat, koneksi yang buruk bisa menimbulkan gejala seperti aki lemah. Karena itu, kebersihan terminal menjadi bagian penting dari perawatan aki motor.

Membersihkan terminal sebagai rutinitas perawatan aki motor

Perawatan aki motor pada bagian terminal dapat dilakukan dengan alat sederhana. Lepaskan kabel aki dengan urutan yang benar, biasanya kutub negatif lebih dulu baru positif. Setelah itu, bersihkan terminal menggunakan sikat kawat halus atau sikat gigi bekas yang kering.

Jika ada kerak putih atau hijau di sekitar terminal, itu biasanya korosi akibat reaksi kimia. Untuk membersihkannya, bisa digunakan campuran air hangat dan sedikit soda kue, lalu dikeringkan dengan kain bersih. Setelah terminal bersih, pasang kembali kabel dengan kuat dan pastikan tidak ada yang kendor.

Penggunaan grease khusus terminal aki juga disarankan untuk mencegah korosi berulang. Langkah sederhana ini dapat meningkatkan kualitas koneksi listrik dan membantu aki bekerja lebih efisien.

Hindari Kebiasaan Buruk, Kunci Perawatan Aki Motor Biar Awet

Kebiasaan harian pengendara sangat mempengaruhi usia aki. Banyak aki yang rusak bukan karena kualitas produknya, melainkan akibat perlakuan yang salah. Inilah bagian yang sering diabaikan, padahal justru paling menentukan.

Tips Cat Mobil Tidak Kusam, Rahasia Awet ala Daihatsu!

Kebiasaan yang harus dihindari dalam perawatan aki motor

Dalam perawatan aki motor, beberapa kebiasaan harus dikurangi atau bahkan dihindari sama sekali. Pertama, terlalu sering menyalakan kontak dan menghidupkan aksesoris listrik saat mesin mati, seperti menyalakan lampu, klakson, atau charger ponsel. Hal ini membuat aki terus mengeluarkan daya tanpa ada proses pengisian dari alternator.

Kedua, penggunaan aksesoris berlebihan seperti lampu tambahan berdaya besar, klakson modifikasi, atau sistem audio yang tidak diimbangi dengan upgrade sistem kelistrikan. Beban berlebih membuat aki dan sistem pengisian bekerja di luar batas ideal.

Ketiga, kebiasaan menstarter motor berulang kali dalam waktu singkat ketika mesin susah hidup. Starter elektrik menyedot arus cukup besar, dan jika dilakukan berkali kali tanpa jeda, aki cepat drop. Beri jeda, periksa kondisi bahan bakar dan pengapian, jangan hanya memaksa aki bekerja.

“Perawatan aki motor itu bukan sekadar urusan bengkel, tapi soal disiplin kecil setiap hari yang sering kita anggap tidak penting.”

Motor Jarang Dipakai? Perawatan Aki Motor Harus Lebih Serius

Banyak orang mengira aki akan awet jika motor jarang digunakan. Faktanya, motor yang terlalu lama tidak dipakai justru berisiko membuat aki tekor. Aki memerlukan siklus pengisian rutin agar tetap sehat.

Cara menyiasati motor nganggur dalam perawatan aki motor

Dalam perawatan aki motor untuk kendaraan yang jarang digunakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Nyalakan motor secara berkala, misalnya dua hingga tiga kali seminggu, dan biarkan mesin hidup selama sekitar 10 sampai 15 menit agar sistem pengisian sempat mengisi aki.

Jika motor dipastikan tidak akan digunakan dalam waktu lama, pertimbangkan untuk melepas kabel aki, terutama kutub negatif, guna mengurangi risiko arus bocor. Alternatif lain, gunakan charger khusus aki atau maintainer yang dirancang menjaga tegangan tetap stabil tanpa overcharge.

Penyimpanan motor juga harus diperhatikan. Hindari tempat yang terlalu lembap atau panas berlebihan, karena suhu ekstrem dapat mempengaruhi kualitas elektrolit di dalam aki. Lingkungan penyimpanan yang baik akan mendukung keberhasilan perawatan aki motor secara keseluruhan.

Cek Sistem Pengisian, Bagian Penting dari Perawatan Aki Motor

Aki yang sering tekor tidak selalu berarti akinya yang buruk. Bisa jadi masalah ada pada sistem pengisian, seperti spul, kiprok, atau regulator rectifier. Karena itu, perawatan aki motor tidak boleh hanya fokus pada aki, tetapi juga komponen pendukungnya.

Menguji sistem pengisian sebagai lanjutan perawatan aki motor

Perawatan aki motor yang menyeluruh mencakup pengecekan sistem pengisian di bengkel terpercaya. Mekanik biasanya akan mengukur tegangan aki saat mesin hidup dan saat digas. Tegangan normal ketika mesin hidup umumnya berkisar antara 13,5 hingga 14,5 volt. Jika di bawah itu, pengisian kurang, jika terlalu tinggi, berisiko overcharge dan merusak aki.

Kerusakan pada kiprok atau regulator bisa membuat tegangan pengisian tidak stabil. Gejalanya antara lain bohlam sering putus, aki cepat panas, atau aki baru tapi cepat sekali soak. Dengan memeriksa dan memperbaiki sistem pengisian, upaya perawatan aki motor menjadi lebih efektif dan hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Jika ditemukan masalah pada komponen pengisian, sebaiknya segera diganti dengan suku cadang yang berkualitas. Mengabaikan kerusakan di bagian ini hanya akan membuat aki baru pun cepat rusak.

Isi Ulang dan Ganti Tepat Waktu, Tahap Akhir Perawatan Aki Motor

Tidak ada aki yang bisa bertahan selamanya. Namun, dengan perawatan aki motor yang benar, usia pakainya bisa maksimal. Ketika performa sudah menurun jauh, pemilik motor harus bijak memutuskan kapan saatnya isi ulang atau mengganti.

Kapan mengisi dan kapan mengganti dalam perawatan aki motor

Dalam perawatan aki motor, aki basah yang mulai lemah kadang masih bisa dibantu dengan pengisian ulang menggunakan charger khusus. Namun, langkah ini harus dilakukan dengan prosedur yang benar dan sebaiknya oleh teknisi yang paham, agar tidak terjadi overcharge yang justru merusak sel aki.

Untuk aki kering, beberapa jenis bisa diisi ulang, tetapi banyak juga yang dirancang sekali pakai hingga habis masa pakainya. Tanda aki perlu diganti antara lain motor sering sulit distarter meski sudah diisi ulang, tegangan tidak stabil, atau aki mengembung dan mengeluarkan bau menyengat.

Memaksa menggunakan aki yang sudah tidak layak pakai dapat mengganggu komponen kelistrikan lain dan mengurangi kenyamanan berkendara. Mengganti aki tepat waktu adalah bagian dari perawatan aki motor yang bertanggung jawab, sekaligus investasi untuk keandalan motor di setiap perjalanan.

Dengan memahami langkah langkah di atas dan menerapkannya secara konsisten, pemilik motor bisa menjaga kesehatan aki lebih lama, mengurangi risiko mogok, dan menghemat biaya dalam jangka panjang. Perawatan aki motor bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kebiasaan yang sabar dan telaten.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *